Pages - Menu - sub menu

Selasa, 06 September 2022

Motivasi Belajar

Motivasi belajar siswa kurang

1.    Menurut Bapak/Ibu, apakah factor penyebab Motivasi belajar siswa kurang?

Jawab :

Banyak hal yang bisa menyebabkan motivasi belajar siswa kurang salah satunya adalah Faktor kemajuan teknologi, Kurangnya perhatian orang tua kepada anaknya membuat anak-anak bebas mengakses dan melakukan apa saja yang mereka inginkan. Orang tua hanya tau menfasilitasi tapi tak tau apa yang diperbuat anaknya. Anak-anak sekarang banyak menghabiskan waktu main game, nontong youtube, sosial media itu semua menyibukkan aktivitas siswa setiap hari sampai melupakan belajar.

2.    Motivasi-motivasi seperti apa yang diberikan oleh guru terhadap siswa?

Jawab :

Menceritakan perjalanan hidup kita hingga bisa mencapai cita-cita, atau menceritakan kisah tokoh-tokoh yang bisa dicontoh.

 

3.    Apa tujuan dari pemberian motivasi belajar tersebut?

Jawab :

Saat siswa mendengarkan kata-kata motivasi atau cerita kesuksesan orang lain, ini akan menignkatkan motivasi siswa untuk terus belajar dan mengejar mimpinya

 

4.    Apa saja factor penghambat dan factor pendukung guru dalam

Jawab :

pemberian motivasi terhadap siswa? Mengapa demikian?

Factor penghabat bisa timbul dari dalam diri guru itu sendiri. Factor pendukung pemerintah, masyarakat, guru, orang tua dan siswa itu sendiri.

Guru mempunyai peran penting dalam dunia Pendidikan akan tetapi pemerintah sepatutnya memberikan apresisi kepada Guru. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan guru sehingga guru tak harus disibukkan dengan mencari uang lebih, guru seharusnya disibukkan dengan belajar dan terus belajar,. Mencari metode pembelajaran yang baik, memperbaruhi gaya mengajar mengikuti tren zaman dierah teknologi. Sepatutnya juga masyarakat mengambil peran karena guru tidak mungkin mengawasi aktivitas siswa diluar sekolah, masyarakat harus sadar bahwa anak-anak adalah generasi bangsa. Jika melihat ada anak-anak yang melakukan penyimpanngan masyarakat menegur atau menasehati.masyarakat dan orang tua menjadi fungsi pegawas diluar sekolah. 

5.    Bagaimana solusi agar motivasi siswa dalam belajar bisa lebih ditingkatkan?

Jawab :

Memberikan fasilitas yang dibutuhkan, guru dan orang tua bekerja sama mengawasi dan mendapingi siswa. orang tua harus terus memberikan nasehat,motivas kepada anaknya bukan memarahi. Karena kebanyakan siswa bersungguh-sungguh belajar karena ingin membanggakan kedua orang tuanya.

Daya tangkap siswa dalam pembelajaran praktek berbeda

1.    Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam pembelajaran, terkadang

Jawab :

ada siswa yang cepat mengerti, ada juga siswa yang lambat. Menurut ibu, penyebabnya karena apa?

Bisa disebabkan karena anaknya Kurang fokus, kurang suka dengan Prakteknya, dan belum memahami apa yang dipraktekkan.

2.    Apakah ada solusi untuk kasus perbedaan daya tangkap siswa?

Jawab :

Memberikan perhatikan khusus kepada siswa yang memiliki daya tangkap yang rendah.

3.    Ataukah ada metode belajar yang sebaiknya diterapkan oleh guru agar siswa lebih mudah mengerti?

Jawab :

Guru sebaiknya mengemas materi dengan video mengupload di youtube agar siswa bisa mengulang-ulang materi.

Kurangnya komunikasi guru dan siswa

1.    Dalam permasalahan kurangnya komunikasi guru dan siswa, saya mengangkat masalah tersebut karena sebagian dari kita hanya berinteraksi dengan siswa saat berada dalam kelas. Bagaimana tanggapan ibu terkaitan hal tersebut?

Jawab : 

Menurut saya Kurang baik, karena Guru sepatutnya bisa menjadi telada bagi siswa, dimanapun sebaiknya tetap menjaga komunikasi dengan siswa, biar guru juga tau bagaimana keadaan siswa.  

2.    Sebagai contoh juga, hampir semua siswa hanya menyapa guru yang mengajarnya.

Jawab :

Inilah yang kurang disekolah, semesti sekolah menjadi tempat merubah karakter, cara berprilaku dengan menanam nilai agama didalamnya.

3.    Apakah factor dari penyebab masalah tersebut?

Jawab :

Bisa disebabkan karena kita sebagai guru juga cuek terhadap mereka.

4.    Apakah ada solusi yang baik?

Jawab :

Kalau menurut saya, solusi yang tepat adalah menanam nilai agama dalam setiap aktivitas atau pembelajaran. Guru harus mampu menyetuh batinnya, sehingga mereka merasa diperhatikan.

Model pembelajaran inovatif belum maksimal diterapkan

1.    Sebagian guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif sehingga dalam proses KBM sebagian besar Siswa hanya mendengarkan tanpa memberikan umpan balik/respon terhadap materi yang sampaikan. Bagaimana tanggapan ibu terhadap hal itu?

Jawab :

Menurut saya keadaan seperti sangat buruk, ada beberapa Guru hanya menyelesaikan pekerjaannya yaitu mengajar. Siswa mengerti atau tidak, bukan masalah baginya.

2.    Factor apa yang mempengaruhi?

Faktornya bisa bermacam-macam., mulai dari kesejahteraan guru yang kurang diperhatikan, terlalu banyak beban administrasi yang bebankan. Kurangnya penguasaan terhadap materi. Guru tidak punya waktu untuk meningkatkan kompetensinya.

3.    Apa solusinya?

Menurut saya solusinya, pemerintah harus ikut berperan aktif dalam memajukan Pendidikan, jangan Cuma mengeluarkan aturan, kebijakan yang akhirnya hanya mempersulit guru. Pemerintah memfasilitasi guru yang ingin melanjutkan sekolahnya, memberikan apresiasi terhadap guru yang berprestasi. Karena keberhasilan siswa belajar juga sangat bergatung dengan kemampuan gurunya.

4.    Dalam proses KBM, siswa kadang tidak bersemangat apa factor dari hal tersebut dan apa solusinya?

Jawab :

Bisa jadi karena gaya mengajar guru yang monoton, siswa tidak tertarik dengan materinya. Menurut saya siswa sekarang ini cerdas karena mereka hidup di era teknologi jadi hal-hal yang dia anggap tidak bermanfaat, tidak menarik mereka abaikan. Solusinya Guru harus mengikuti gaya mereka, menjelaskan apa manfaat apa yang dipelajari. Bisa diterapkan seperti apa ilmunya.

Miskonsepsi dalam proses pembelajaran

1.    Dalam mengajar dikelas, apakah ada siswa yang sering miskonsepsi terkait dengan penjelasan materi ibu dikelas?

Jawab :

Terkadang ada.

2.    Apakah factor penyebab nya?

Jawab

Bisa disebabkan karena siswa kurang fokus, bisa juga karena penjelasan yang terlalu kopleks sehingga siswa sulit menangkap.

3.    Bagaimana solusi jika ada siswa yang seperti itu?

Jawab :

Menurut saya siswa seperti harus diberi perhatian khusus, harus ada umpan balik seperti tanya jawab.

Belum memaksimal pemanfaatan TIK untuk membuat media pembelajaran

1.    Menurut ibu, apakah disekelah kita ini. cara mengajar guru sebagian sudah menggunakan pemanfaatan TIK dalam mengajar?

Jawab :

Menurut saya guru-gurunya sudah memanfaatkan TIK. Apalagi pasca Covid 19 guru sudah wajib bisa memanfaatkan TIK. Karena masa covid 19 seluruh sekolah menggunakan Elearning dalam proses belajar mengajarnya.

2.    Apa factor penyebabnya jika belum

3.    Apakah ada solusi?

 

Catatan :

Pertanyaan ini saya dapat dari Teman Nurazizah Ameliah sebagai PPG memewawancarai Dosen 

 

 

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar